Tuesday, September 4, 2012

KIAT MEMBUKA USAHA

"Tahun baru adalah saat yang tepat untuk memulai sesuatu yang baru..." Begitulah biasanya yang tekad seseorang saat mulai pergantian tahun. Nah, sekarang, apakah Anda juga merencanakan sesuatu yang baru? Mulai dari membeli barang elektronik atau furniture, memiliki rencana keuangan, rencana karier baru, atau memulai bisnis yang baru.

Buat yang terakhir ini, tahun 2004 adalah tahun yang penuh dengan vitalitas dan agresivitas. "Usaha apapun yang Anda jalankan berpotensi untuk bisa berhasil..." Itulah rata-rata pendapat para peramal tentang prediksi ekonomi tahun ini.

Yang pasti, tahun ini bangsa kita mengadakan pemilu. Memang ada yang memprediksi bakal timbul gejolak. Namun terlepas dari itu, pemilu menyimpan berbagai potensi dan peluang usaha yang bisa digali. Betul, mungkin Anda khawatir mengenai kondisi keamanan negara ini dengan adanya pemilu. Tapi seperti kata orang bijak, tidak ada saat yang tepat untuk memulai sesuatu selain sekarang juga. Janganlah menunda rencana Anda untuk membuka suatu usaha hanya karena pemilu. Dibalik setiap ketidakpastian ­ kalau Anda jeli - pasti ada peluang dalam menganalisa situasi.

Nah, untuk itu, bila Anda berniat untuk membuka usaha di Tahun 2004 ini, silakan simak kiat-kiat berikut:

Informasi
Ya, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan mencoba mencari informasi tentang bidang usaha yang akan Anda tekuni. Caranya? Bisa lewat buku-buku mengenai usaha, seperti cara beternak ayam. Artikel di media massa, juga bisa menjadi rujukan. Seminar tentang wirausaha bisa Anda sambangi. Internet juga bisa menjadi pintu Anda menjelajah untuk mendapatkan informasi dari seluruh dunia. Terakhir, observasi atau wawancara dengan pelaku usaha yang Anda kenal. Mereka bisa memberi masukan berharga tentang seluk beluk dunia usaha yang ingin Anda geluti.

Teknis
Dalam membuka suatu usaha, terus terang Anda tidak bisa hanya memikirkan segi permodalan atau pemasarannya saja. Semua hal yang menyangkut urusan teknis juga harus ikut dipikirkan matang-matang. Sekarang, bagaimana bila Anda tidak menguasainya? Ada berbagai macam buku yang membahas tentang hal tersebut tanpa adanya istilah-istilah teknis yang njelimet. Atau kalau perlu Anda juga bisa mencari informasi pada orang yang menguasainya.

Apa saja sih yang dimaksud dengan hal-hal teknis ini? Macam-macam. Misalnya soal perizinan atau urusan tetek bengek hukum yang lainnya. Suatu usaha juga perlu pengelolaan keuangan. Jadi mau tidak mau Anda tetap membutuhkan pembukuan yang teratur, serta melakukan pemisahan antara keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Begitu juga pengelolaan SDM atau karyawan. Anda harus bisa menghitung berapa banyak karyawan yang Anda butuhkan, hak dan kewajiban karyawan sesuai UU Ketenagakerjaan.

Persoalan teknis lainnya, bagaimana memasarkan produk dan jasa Anda, bagaimana strategi promosi, segmen pasar apa yang dituju, anggaran yang harus disediakan, menghadapi persaingan dan mengevaluasi pemasaran Anda.

Terakhir adalah teknologi. Mungkin untuk suatu usaha yang kecil, teknologi belum terlalu diperlukan. Tapi Anda perlu memikirkan jangka panjangnya saat usaha kian maju dan berkembang. Teknologi tentu akan menghemat banyak tenaga dan waktu, sehingga pada akhirnya dapat menekan biaya usaha.

Permodalan
Tidak semua orang punya tabungan yang cukup untuk membuka usaha. Jadi tak perlu kecil hati. Yang penting Anda sudah mantap. Soal modal, banyak alternatif yang bisa Anda tempuh. Anda bisa meminjam atau bekerja sama dengan pihak lain. Meminjam bisa dilakukan pada perorangan atau lembaga. Carilah bunga pinjaman yang tidak memberatkan dan masih bisa dibayar dengan laba dari usaha Anda nantinya.

Nah, bila Anda meminjam modal usaha dari orang tua atau teman, mungkin yang dibutuhkan hanyalah kepercayaan. Tetapi kalau Anda meminjam dari sebuah lembaga seperti bank, koperasi, atau kantor Anda, maka dibutuhkan proposal usaha yang berisi detil usaha apa yang akan Anda buka nantinya. Mulailah menganalisa kebutuhan modal untuk SDM, teknologi, keuangan, masalah pajak dan hukum, iklan dan pemasaran dalam usaha Anda nantinya.

Alternatif berikut adalah bekerja sama dengan orang lain. Tentunya orang itu adalah seseorang yang bisa Anda percaya. Walaupun begitu tetap harus ada perjanjian tertulis untuk kerjasama tersebut agar tidak terjadi masalah di kemudian hari. Bila setelah semua usaha tersebut dilakukan tetapi modal Anda masih belum cukup, cobalah untuk mengurangi berbagai pengeluaran yang masih bisa ditekan. Contohnya dengan membuka usaha di rumah daripada harus sewa kantor.

Bagaimana? Siap membuka usaha di Tahun 2004 ini? Saya doakan Anda berhasil. Salam.

Oleh: Safir Senduk

sumber : http://www.perencanakeuangan.com

0 komentar:

Post a Comment

Blog Ini Adalah Blog Do Follow dan Auto Approve. Silakan Berkomentar sesuai konten postingan dengan santun, sopan, dan No Spam. You Comment I Follow.